Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Sabtu, 14 Mei 2011

hargailah orang lain

Alkisah disebuah desa yang jauh dari kota, terdapat sebuah keluarga terpandang yang tinggal disana. Keluarga tersebut terdiri dari sepasang suami istri dan anak tunggalnya. Sang suami adalah petani terkaya didesa itu, namun walaupun dia begitu kaya tapi orangnya sangatlah dermawan, dia selalu memberikan derma kepada orang yang kurang mampu, begitu juga sang istri. Namun sayang, anak tunggal yang telah berusia 18 tahun itu, sangat lah manja, dan memiliki sifat yang dibenci orangtuanya, yaitu suka meremehkan orang lain.
Setiap bulannya sang suami istri selalu mengumpuli pengemis-pengemis untuk dibagikan beras hasil panen, melihat hal tersebut, sang anak sangatlah kesal melihat pengemis yang berbondong-bondong datang kerumah nya untuk mendapatkan beras tersebut.
“Pengemis bodoh, taunya hanya meminta-minta saja, lebih baik kalian mati saja, daripada kalian selalu menyusahkan orang tua saya saja” sahut anak tersebut
Mendengar kata-kata dari anak tersebut, para pengemis hanya mampu mengelus-ngelus dada dengan perasaan yang sangat sedih
Pada suatu hari sang anak berjalan-jalan disekitar rumahnya, tanpa disadari semakin lama dia semakin jauh berjalan hingga berada didalam hutan, dan dia pun tersesat. Sang anak yang mulai panik, mulai berteriak-teriak minta tolong sehingga suaranya membangunkan harimau yang sedang tidur.Dengan marah harimau tersebut mendekati anak tersebut, dan berusaha untuk memakannya.Harimau tersebut mendekatinya dan hendak menerkamnya. Dalam waktu yang bersamaan, segerombolan pengemis melemparkan batu dan kayu ke arah harimau tersebut, sehingga membuat harimau itu mengurungkan niatnya, dan melarikan diri.
Melihat gerombolan pengemis yang ternyata adalah pengemis yang selalu diberikan derma oleh orang tuanya, sang anak pun malu. Karena selama ini selalu meremehkan pengemis-pengemis tersebut.
“Terima kasih atas bantuannya, kalian telah menyelamatkan nyawa ku” kata anak tersebut
Syukurlah kamu tidak apa-apa, sesungguhnya manusia diciptakan untuk saling menolong” sahut pengemis yang paling tua
“Dengarlah anak muda, siapapun dia, bagaimanapun status dia, jangan perna meremehkan orang lain, karena mungkin saja suatu saat dia akan menjadi penyelamat diri mu” sambung pengemis tersebut
Mendengar kata-kata tersebut, anak tersebut pun menyadari kesalahannya, dan berjanji akan selalu untuk menghargai orang sekecil apapun status orang tersebut.
~Cerita diatas sering terjadi dikehidupan sekarang, manusia selalu menbedakan-bedakan dirinya dengan orang lain, hanya dari segi materi, status, jabatan dan hal-hal yang bersifat duniawi dan keegoisan semata. Ada baiknya kita selalu menghargai setiap orang, siapapun dia, apapun status dia, karena setiap manusia pasti punya kelebihan dan kekurangannya. Tidak ada yang sempurna didunia ini. dan tidak ada seseorang yang terlahir hanya memiliki segi negatifnya saja. Hargai lah setiap orang seperti kita menghargai diri kita sendiri!!”

di kutip dari : topmotivasi.com

arti sebuah keputusan

Alkisah pada zaman Tiongkok kuno, berdiri sebuah kerajaan dipimpin seorang raja yang sangat berwibawa. Pada suatu waktu, Raja mengeluarkan titahnya untuk membuka lowongan pekerjaan sebagai seorang menteri dikerajaannya. Dan bagi sapa saja yang merasa mampu melewati ujian yang diberikan raja, akan diangkat langsung menjadi menteri.
Adapun ujian tersebut adalah harus menjawab sebuah pertanyaan sebagai berikut :
Apabila anda dihadapkan pada suatu keadaaan, dimana anda sedang menunggang kuda, disuatu
tempat yang baru terkena bencana banjir, dimana penduduk sedang diungsikan ke tempat yang lebih tinggi menggunakan kereta besar kerajaan. Dalam proses pengungsian terakhir, tersisa 3 orang yang tidak bisa diangkut oleh kereta kerajaan, karena kapasitasnya sudah penuh, 3 orang tersebut adalah seorang nenek tua yang terluka, seorang dokter yang perna menyelamatkan hidup anda, dan seorang wanita yang merupakan idaman hati anda setelah sekian lama berpisah dan anda menemukannya. Siapakah yang anda akan beri tumpangan? karena kuda anda hanya bisa mengangkut 2 orang, salah satunya adalah anda?
Para kontestan yang mengikuti ujian mulai memberikan jawabannya, ada yang mementingkan nenek tua, dokter, dan wanita idaman, tapi raja tidak puas dengan jawaban mereka tersebut.
Dan akhirnya datang seorang pemuda, yang terkena intelek, namun sangat bersahaja hidupnya, dia pun menjawab :
“Paduka, saya akan menyerahkan kuda tersebut ke dokter yang pernah menyelamatkan hidup saya, untuk membawa nenek tua tersebut diungsikan. Sedangkan saya akan bersama wanita tersebut, menjaga dan melindunginya sampai kereta kerajaan kedua datang”
Begitu mendengar jawaban si pemuda, sang raja dengan mata berbinar tersenyum, dan tertawa lebar
“Bagus, kamu berhak menjadi menteri ku”
~Sering kali kita terlalu egois berpikir, bahwa apa yang menjadi milik kita tidak akan kita lepaskan begitu saja, mengapa tidak berpikir seperti pemuda diatas, rela melepaskan kudanya, dan dia pun mendapatkan hasil yang baik, bersama wanita idamannya. Kadang kita selalu mengganggap diri kita paling bener, tidak mau melepaskan keras kepala kita, keegoisan kita, padahal dengan begitu ada hikmah yang baik dibelakangnya, percaya lah !!!~

dikutip dari : topmotivasi.com

emotional therapy

Siapapun kita, hampir dapat dipastikan pernah mengalami suatu kejadian yang menyebabkan trauma. Entah di masa sekolah, saat kuliah, di lingkungan keluarga, atau di tempat kerja.
Trauma bisa menyebabkan efek emosional yang kurang baik tentunya. Menghadirkan perasaan meledak – ledak, atau justru menciutkan zona nyaman. Bayangkan, seseorang dapat menjadi sangat marah, sangat sensitif, atau malah kehilangan rasa percaya diri seiring dengan semakin menjadinya rasa takut yang begitu hebat.
Sebuah terapi sederhana saya kembangkan untuk membantu mengatasi trauma. Memang saya tidak menjamin 100% trauma hilang, tapi setidaknya efek – efek negatif dari trauma itu bisa kita kurangi. Saya menyadari, bagaimanapun manusia dikaruniai kemampuan untuk mengingat suatu kejadian atau pengalaman. Jadi sangat sulit, mungkin mustahil, untuk menghapuskan ingatan tersebut.
Terapi ini saya beri nama Emotional Release Therapy, atau Terapi Pembebasan Emosi. Terapi ini terdiri dari beberapa langkah sederhana yang sangat mudah untuk dipraktekkan.
Langkah 1 : VISUALISASI
Cobalah duduk santai, ambil nafas dalam – dalam, dan hembuskan secara perlahan. Lakukan pernapasan tersebut berulang – ulang hingga nafas menjadi semakin teratur.
Mulailah mengingat suatu kejadian yang menyebabkan trauma pada diri Anda.
Langkah 2 : KRONOLOGI
Setelah kejadian tersebut terlihat dan membentuk gambaran mental secara jelas, segeralah berhenti membayangkannya. Kemudian langkah berikutnya mengingat – ingat kronologi kejadian tersebut.
Dalam hal ini Anda bisa menentukan batasan waktu kronologisnya. Misalnya apa yang terjadi 2 jam sebelum kejadian itu?, lalu apa yang terjadi pada 2 jam sebelumnya?, dan apa yang terjadi 1 jam sebelumnya?.
Pada langkah ini, intinya Anda harus bisa menemukan suatu alasan yang menyebabkan Anda terlibat dalam kejadian tersebut.
Langkah 3 : PEMAKNAAN
Percayalah, bahwa setiap kejadian selalu mengandung makna yang positif. Bisa jadi kejadian traumatis tersebut sangat mengganggu Anda, karena pada saat itu Anda belum menemukan makna positif dari kejadian yang Anda alami. Hal ini terjadi bisa dikarenakan logika tidak diberi kesempatan untuk melakukan tugasnya dengan baik.
Temukanlah makna positif dari keterlibatan Anda dalam kejadian traumatis itu. Berfikirlah dengan tenang, biarkan perlahan – lahan logika Anda mulai bekerja.
Pada tahapan ini Anda bisa meminta bantuan rekan atau pasangan Anda untuk menjadi teman berbagi. Mintalah agar dia menyimak kisah Anda dari awal (langkah 1 dan 2) tanpa komentar apapun. Lawan bicara Anda hanya boleh memberi argumen ketika Anda mulai menemukan makna positif (langkah 3). Tentunya argumen yang diharapkan adalah argumen penguatan, yang akan membantu Anda untuk semakin memperjelas munculnya makna positif tersebut.
Untuk mengetahui apakah langkah – langkah tadi telah berhasil mengurangi efek emosi negatif, cobalah mengingat kejadian itu kembali. Bila makna positif yang Anda temukan tadi tiba – tiba muncul perlahan, dan semakin menguat, berarti 3 langkah tadi telah berhasil. Tetapi jika belum, silahkan ulangi langkah ke-3 sekali lagi.
Terapi ini saya lakukan pada diri saya, istri saya, dan juga peserta training saya. Rata – rata hasilnya positif. Tidak ada lagi respon – respon negatif yang diakibatkan pengalaman tarumatis seseorang.
Selamat mencoba!…

di kutip dari : topmotivasi.com

bagaimana mewujudkan keinginan?

Berbagai ilmu pencapaian tujuan atau keinginan telah banyak berkembang. Mulai dari eksplorasi kekuatan pikiran, manajemen emosi, hingga penekanan pentingnya aksi yang tidak setengah – setengah (massive action).
Inilah Hukum yang ditetapkan ALLAAH. Bahwa orang yang berpikir positif mendapat hal – hal positif, orang yang berusaha mendapat hasil sebagaimana yang telah dia usahakan, dan orang yang berdo’a meminta kepada ALLAAH dikabulkan selama orang tersebut beriman.
Sebagaimana ALLAAH telah berfirman di sejumlah surat didalam Al-Qur’an. Diantaranya:
“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum, sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”.
(Al-Qur’an, Surat Ar-Ra’d: 11)
Yang ada pada diri mereka (manusia) bisa diartikan sebagai Pikiran, Mentalitas, Hati Nurani, Sikap, Ucapan, dan tentunya Tindakan.
“(yaitu) bagi siapa saja di antaramu yang berkehendak akan maju atau mundur. Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya”.
(Al-Qur’an, Surat Al-Muddatstsir: 37 – 38)
“dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain dari apa yang telah diusahakannya”.
(Al-Qur’an, Surat An-Najm: 39)
Intinya, kebaikan yang berasal dari diri manusia, baik berupa pikiran, ucapan, perasaan, prasangka, maupun perbuatan atau tindakan, akan kembali lagi kepada manusia itu sendiri. Demikian pula sebaliknya.
Namun, dengan adanya Hukum ini, apakah setiap keinginan manusia akan selalu terwujud?. Apakah dengan adanya Hukum tersebut manusia pasti bisa mencapai setiap tujuan – tujuannya?.
Inilah pertanyaan ALLAAH kepada manusia, yang terdapat di surat An-Najm:
“apakah manusia selalu mendapatkan apa yang dicita – citakannya?”
Lalu ALLAAH pun memastikan dalam ayat berikutnya:
“(tidak), maka bagi ALLAAH kehidupan dunia dan kehidupan akhirat”
Jadi sekalipun manusia tahu bahwa Hukum itu bekerja, tapi tidak berarti manusia akan selalu mendapatkan keinginannya.
Sebagai contoh, ada orang yang telah bekerja keras, berusaha menata pikiran, menata hati, menjaga emosi, dan getol berdo’a kepada ALLAAH. Namun, hasil dari semua itu ternyata tidak sesuai dengan apa yang diinginkannya. Inilah salah satu bentuk ujian keimanan.
Kewajiban manusia ketika memiliki keinginan adalah berdo’a meminta kepada ALLAAH, berpikir positif, bersangka baik, berusaha atau berikhtiar dengan benar, dan berserah diri serta bertawakkal kepada ALLAAH. Namun, bukan berarti setelah kita melaksanakan kesemuanya itu lantas kita pasti mendapat apa yang diinginkan. Soal hasil, tetap hak ALLAAH untuk menentukan.
Sebagaimana firman ALLAAH di surat Al Jaatsiyah ayat 15:
“Barangsiapa yang mengerjakan amal shaleh maka itu adalah untuk dirinya sendiri, dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan maka itu pun akan kembali pada dirinya sendiri. Kemudian kepada TUHAN mu lah kamu dikembalikan”
Coba perhatikan ayat tersebut.
Dalam ayat ini dijelaskan bagaimana Hukum ALLAAH memang bekerja, kebaikan dan keburukan kembali lagi pada diri manusia. Namun di akhir ayat ini ALLAAH menegaskan “…kepada TUHAN mu lah kamu dikembalikan”.
Inilah faktanya, sekalipun pikiran yang baik dan usaha yang keras membuahkan hasil, tetapi ALLAAH semata yang memperkenankan hasil tersebut. Karena DIA lah yang maha mengetahui yang baik atau tidak untuk setiap manusia.
KESIMPULAN
Maha Besar ALLAAH yang telah menciptakan segala sesuatu di alam semesta ini dengan seimbang.
Sekalipun manusia belum tentu memperoleh apa yang dicita – citakannya, bukan berarti manusia berhenti berusaha dan berputus asa. Juga sebaliknya, walau manusia diberi kemampuan untuk berusaha dan memaksimalkan potensi dirinya, bukan berarti manusia akan selalu mendapatkan setiap keinginannya.
ALLAAH mengajarkan manusia untuk bersikap IKHLAS. Artinya segenap pikiran, perasaan, ucapan, dan usaha yang dilakukan oleh manusia tidak semata – mata berorientasi kepada hasil. Melainkan berorientasi pada ke-ridho-an ALLAAH. Karena hanya ALLAAH yang berhak menentukan hasil dari setiap perbuatan manusia.
ALLAAH juga mengajarkan manusia untuk ber TAWAKKAL. Artinya segenap urusan yang telah diusahakan, dikembalikan kepada ALLAAH. Dari DIA datangnya urusan tersebut, maka DIA pula tempat kembalinya.

dikutip dari :topmotivasi.com

seni bela diri dan pengembangan diri

Dalam buku Sun Tzu For Success, Gerald Michaelson mengatakan bahwa The Art Of War merupakan buku pengembangan diri pertama di dunia.
Nama Sun Tzu mashur lewat karyanya The Art Of War dan telah menjadi literatur utama dalam dunia militer. Bukan hanya di negeri asalnya (China) saja melainkan telah menyebar di hampir seluruh dunia. Esensi dari The Art f War bahkan dapat dipraktekkan dalam kehidupan pada umumnya, seperti dalam bidang pemasaran, ekonomi, politik, sosial dan budaya.
Apabila kita membaca Romance Of Three kingdom, suatu kisah sejarah kepahlawanan yang menjadi mahakarya literaturChina, kita akan menemukan para tokohnya mempergunakan strategi Sun Tzu untuk meraih kemenangan seperti Liu Bei, Guan Yu dan Zang Fei. Dan kalau kita mencermati, dalam kisah kepahlawanan mereka tidak dapat dipisahkan dari sepak terjang mereka yang juga menguasai ilmu beladiri.
.
Tokoh-tokoh ini sering digambarkan sebagai xia (pendekar) yang setia kepada negara dan sahabat, jujur dan pembela kebenaran dan keadilan. Kisah mereka bertiga yang bertemu di kebun persik dan saling mengangkat saudara sehidup semati telah menjadi pembukaan yang fenomenal dalam kisah tersebut.
Kalau kita membaca cerita silat, pengertian xia ini berkembang lagi menjadi sebuah tipe karakter yang lebih hebat. Seorang xia digambarkan sebagai seorang pendekar yang menguasai sebuah ilmu silat yang sempurna dan mempergunakannya untuk menegakkan kebenaran dan keadilan. Para xia (pendekar) memiliki sifat yang adil, jujur, pemberani, setia dan menjunjung tinggi persahabatan.
.
Dalam cerita silat selalu dikisahkan bagaimana seorang yang semula lemah, dihina, tapi kemudian mampu mengubah dirinya menjadi pendekar yang gagah perkasa, setelah berlatih dengan tekun di bawah bimbingan seorang guru yang hebat.
Para penulis cerita silat sebenarnya ingin menggambarkan kerinduan manusia untuk dapat menemukan suatu kekuatan yang ampuh dan lestari sepanjang hidupnya yang dapat dicapai melalui latihan yang tekun dan bersungguh-sungguh. Kedengarannya tidak asing bukan? Bukankah ini mirip dengan yang dijanjikan oleh buku-buku pengembangan diri masa kini yang menawarkan transformasi dari kondisi yang biasa-biasa saja menjadi pribadi super dan meraih sukses dalam segala hal (personal power).
.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa ilmu beladiri juga merupakan ilmu pengembangan diri tertua di dunia. Dalam prakteknya memang banyak perguruan silat/kungfu yang percaya bahwa jurus-jurus silat memiliki efek untuk membentuk bukan hanya kemampuan fisik, tetapi juga berpengaruh terhadap karakter kepribadian para pelakunya.
.
Dalam proses melatih gerakan jurus-jurus tersebut terjadi internalisasi nilai yang terkandung dalam gerak dan mempunyai conditioning efek terhadap karakter psikologis orang tersebut. Seorang yang jiwanya lemahmisalnya dapat diperkuat dengan berlatih jurus-jurus yang agresif dan cepat seperti jurus harimau, sedangkan seseorang yang memiliki sifat kekerasan dapat disembuhkan dengan berlatih gerak jurus yang lembut dan tenang seperti jurus bangau yang banyak mempergunakan keseimbangan badan sehingga diharapkan membuat jiwa kita menjadi seimbang juga.
.
Prosesnya sebagai berikut : Gerakan fisik berpengaruh terhadap perasaan, perasaan berpengaruh terhadap pikiran, dan pikiran berpengaruh terhadap hasil/realita yang kita hadapi.
Jadi mengapa tidak kita coba untuk mempelajari tehnik pengembangan diri tertua di dunia tapi juga tercanggih karena dapat langsung dipraktekkan (bukan hanya teori).

dikutip dari : topmotivasi.com

Sabtu, 07 Mei 2011

Tiga Cara Cepat ReFresh & ReCharge Pikiran Kita

1. Kumpul Dengan Teman Lama
Sekarang sepertinya reunian sedang marak ya? Gara-gara sebuah situs pertemanan di internet, semua bisa menemukan teman-teman yang hilang ditelan bumi dari masa lalu. Mulai dari teman kuliah hingga teman SD dan TK lho! Nah ajang reunian bisa mengembalikan keceriaan melalui kenangan-kenangan seru masa-masa jadul sehingga menghidupkan kembali semangat masa muda.

2. Jalan Santai
Saat merasa tidak bisa konsentrasi pada sesuatu dan pikiran sedang mumet. Jalan-jalan seputar komplek rumah Anda, mungkin dapat membantu agar darah mengalir lebih lancar dan Anda mendapatkan udara segar. Plus lebih produktif dibandingkan terus berkutat browsing internet bukan?

3. Healthy Lifesytle
Nah untuk yang satu ini, tidak ada kompromi. Ini sebuah keharusan! Bagaimana mau ReFresh & ReCharge kalau gaya hidup kita tidak sehat? Yang paling mudah, jaga asupan makanan dan minuman yang dikonsumsi. Banyak minum air putih, hindari makanan berlemak, lebih sering lagi konsumsi sayuran. Ah itukan standar kata Anda? Tapi pikir kembali, sudahkah melakukan dalam keseharian Anda?

dikutip dari : http://ceriwis.us

6 Pertanyaan Untuk Kita Renungkan

Suatu hari Seorang Guru berkumpul dengan murid-muridnya. ..
Lalu beliau mengajukan enam pertanyaan.. ..


Pertama...
"Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini...???"
Murid-muridnya ada yang menjawab.... "orang tua", "guru", "teman", dan "kerabatnya" ..
Sang Guru menjelaskan semua jawaban itu benar...
Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah "kematian".. ..
Sebab kematian adalah PASTI adanya....


Lalu Sang Guru meneruskan pertanyaan kedua...
"Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini...???"
Murid-muridnya ada yang menjawab... "negara Cina", "bulan", "matahari", dan "bintang-bintang" ...
Lalu Sang Guru menjelaskan bahwa semua jawaban yang diberikan adalah benar...
Tapi yang paling benar adalah "masa lalu"...
Siapa pun kita... bagaimana pun kita...dan betapa kayanya kita... tetap kita
TIDAK bisa kembali ke masa lalu...
Sebab itu kita harus menjaga hari ini... dan hari-hari yang akan datang..


Sang Guru meneruskan dengan pertanyaan yang ketiga...
"Apa yang paling besar di dunia ini...???"
Murid-muridnya ada yang menjawab "gunung", "bumi", dan "matahari".. ..
Semua jawaban itu benar kata Sang Guru ...
Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah "nafsu"...
Banyak manusia menjadi celaka karena memperturutkan hawa nafsunya...
Segala cara dihalalkan demi mewujudkan impian nafsu duniawi ...
Karena itu, kita harus hati-hati dengan hawa nafsu ini... jangan sampai
nafsu membawa kita ke neraka (atau kesengsaraan dunia dan akhirat)...


Pertanyaan keempat adalah...
"Apa yang paling berat di dunia ini...???"
Di antara muridnya ada yang menjawab... "baja", "besi", dan "gajah"...
"Semua jawaban hampir benar...", kata Sang Guru ..
tapi yang paling berat adalah "memegang amanah"...


Pertanyaan yang kelima adalah... "Apa yang paling ringan di dunia ini...???"
Ada yang menjawab "kapas", "angin", "debu", dan "daun-daunan" ...
"Semua itu benar...", kata Sang Guru...
tapi yang paling ringan di dunia ini adalah "meninggalkan ibadah"...


Lalu pertanyaan keenam adalah...
"Apakah yang paling tajam di dunia ini...???"
Murid-muridnya menjawab dengan serentak... "PEDANG...!! !"
"(hampir) Benar...", kata Sang Guru
tetapi yang paling tajam adalah "lidah manusia"...
Karena melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati... dan
melukai perasaan saudaranya sendiri...


Sudahkah kita menjadi insan yang selalu ingat akan KEMATIAN...
senantiasa belajar dari MASA LALU...
dan tidak memperturutkan NAFSU...???
Sudahkah kita mampu MENGEMBAN AMANAH sekecil apapun...
dengan tidak MENINGGALKAN IBADAH....
serta senantiasa MENJAGA LIDAH kita...???

ayo sama2 renungkan..

dikutip dari : http://ceriwis.us